JAYAPURA – Duka menyelimuti dunia penerbangan perintis di Papua. Captain Nicholas F. Goselin (29), pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA) asal Amerika Serikat, gugur dalam tugas setelah menjadi korban penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan.
Jenazah korban telah dievakuasi oleh TNI dan tiba di Jayapura pada Kamis (2/7/2026) malam untuk menjalani proses visum di RSUD Bhayangkara.
Mengabdi pada Misi Kemanusiaan
PT AMA sendiri merupakan maskapai yang telah melayani penerbangan misi keagamaan dan kemanusiaan bagi masyarakat di pelosok Papua selama 67 tahun. Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa maskapai ini murni menjalankan pelayanan bagi gereja dan masyarakat pedalaman, membantah narasi negatif yang beredar di media sosial.
”Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan pihak PT AMA atas pengabdian tragis ini,” ujar Kombes Yusuf.
Fakta Medis: Luka Tembak Mematikan
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar dan radiologi oleh tim medis RS Bhayangkara Polda Papua, ditemukan luka fatal pada bagian kepala korban. Karumkit RS Bhayangkara, Kombes Pol. dr. Rommy Sebastian, menjelaskan temuan medis sebagai berikut:
- Ditemukan luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound) pada pipi kiri korban.
- Lintasan peluru menembus pipi kiri dan keluar di area telinga kanan.
- Ditemukan patah tulang pada dasar tengkorak akibat lintasan peluru, yang menyebabkan kematian seketika (sudden death).
- Ditemukan pula beberapa luka lecet dan patah tulang rahang akibat kekerasan benda tumpul.
Identifikasi Pelaku: Kelompok Bakusip
Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, mengungkapkan bahwa penyelidikan mengarah pada keterlibatan KKB Kelompok Bakusip yang dipimpin M. Mbalingga.
- Tim penyelidik telah mengamankan bukti dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas badan pesawat PT AMA yang terbakar.
- Berdasarkan identifikasi visual, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga.
- Meskipun terdapat klaim tanggung jawab dari kelompok Elkius Kobak, aparat masih terus mendalami hubungan antara kelompok tersebut dengan kelompok Bakusip.
Aparat menegaskan akan terus melakukan penyidikan secara profesional untuk mengungkap tuntas motif dan seluruh pelaku di balik penembakan ini, guna memberikan kepastian hukum dan menjamin keamanan penerbangan perintis di wilayah Papua.















Leave a Reply